Sabtu, 23 Juli 2011

alarm menggunakan infra merah

Banyak cara dan banyak sensor yang digunakan untuk membuat alarm, mulai dari alarm yang menggunakan sensor LDR, sensor sentuh dan lain-lain. Namun keunggulan dari rangkaian ini adalah penggunaan infra merah sebagai penghasil cahaya yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia yang berbeda dengan cahaya lampu biasa ataupun cahaya matahari.


Pada dasarnya rangkaian ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian Transmitter dan rangkaian Receiver. Pada bagian Transmitter, digunakan LED Infra Merah sebagai penghasil sinar infra merah dan IC NE555 sebagai penghasil pulsa. Trus kenapa ya… koq harus pake penghasil pulsa untuk bisa menyalakan lampu infra merah…? Hal ini dikarenakan frekuensi kerja dari sinar infra merah adalah berkisar antara 30KHz hingga 40KHz. Oleh karena itu dibutuhkan rangkaian penghasil pulsa untuk menghasilkan frekuensi 30KHz hingga 40KHz. Variabel Resistor 10K berfungsi sebagai pengatur frekuensi sinar infra merah. Sedangkan pada bagian Receiver digunakan IR Receiver Module yang banyak dijual dipasaran, sehingga dalam merakit Receiver infra merah lebih mudah dan terkesan praktis. Variabel Resistor 2K digunakan untuk mem-filter frekuensi. Namun jika rangkaian telah dirakit dan jarak pancar LED Infra Merah sangat dekat maka dapat ditambahkan rangkaian Transistor Darlington pada pin 3 IC NE555. Yang terakhir jangan lupa tuk perhatikan gambar dibawah ini yach...!!!!
Selamat Berkarya....
Konfigurasi pin IR Receiver Module

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar